- Advertisement -spot_img
HomePERISTIWAButuh Rp67 Miliar untuk Cetak Ulang e-KTP

Butuh Rp67 Miliar untuk Cetak Ulang e-KTP

- Advertisement -spot_img


Forumterkininews.id, Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta menyebut, anggaran untuk cetak ulang e-KTP mencapai Rp67 miliar.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan hal itu dalam Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta.

“Hasil hitungan kami berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan untuk 10 juta (keping blanko) dengan hitungan satu ‘ribbon’, ‘fargo’ dan semua dihitung kebutuhan di angka Rp67 miliar untuk kebutuhan itu,” ujarnya di Grand Cempaka Resort, Bogor, Jawa Barat, dikutip Antara, Senin (16/10)

Anggaran Rp67 miliar tertuang dalam surat Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Hal ini juga berkaitan dengan perubahan nomenklatur setelah Jakarta sudah tidak lagi berstatus sebagai Ibu Kota Negara.

Dalam surat tersebut, sebanyak 8,3 juta keping blangko e-KTP Dukcapil butuhkan untuk cetak ulang KTP elektronik usai ibu kota pindah.

Lalu, sebanyak 1 juta keping blangko untuk melayani pencetakan karena perpindahan penduduk maupun kerusakan e-KTP.

Budi menyebut adanya kekhawatiran yang muncul apabila pencetakan massal e-KTP terlaksana pada tahun 2024. Ia khawatir ada keterbatasan alat cetak yang dimiliki di setiap kelurahan.

“Karena alat cetak KTP di kelurahan hanya satu. Kalau kita lakukan layanan jemput bola, per RT, kita lakukan satu-satu maka di kantor harus ada satu,” katanya

“Ini kami agak khawatir kalau cuma satu, takutnya kalau cuma satu dengan kondisi pelayanan biasa dilakukan masif seperti ini takutnya jebol,” tambah Budi.

Butuh Anggaran Besar untuk Cetak Ulang e-KTP

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setyono mengungkapkan, Pemprov DKI membutuhkan anggaran besar untuk cetak ulang e-KTP saat ibu kota pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saya belum pernah rapat soal ini, tapi dengan perpindahan ini otomatis. Kemungkinan nanti kita akan bahas secara teknis, karena memang membutuhkan anggaran yang besar,” kata Joko dalam rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Jakarta Pasca Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, bulan lalu.





Source link

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here