Kevin Sanjaya, Ketika Selamanya Memang Tak Pernah Ada

Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNNIndonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia

Kevin Sanjaya Sukamuljo resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulutangkis pada Kamis, 16 Mei 2024. Kevin mengucap pamit saat usianya justru masih di kategori usia emas seorang atlet.

Kevin adalah sumber daya manusia unggul sejak belia. Memang ia sempat kesulitan bermain di nomor tunggal, namun ketika pindah ke nomor ganda namanya sudah disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda berbakat yang pernah ada.

Sorotan sudah mengarah terang pada dirinya sejak muda. Namun bukan berarti Kevin melenggang mulus menuju puncak dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada kesulitan-kesulitan dan kendala yang dialami Kevin di awal ia masuk Pelatnas Cipayung. Kesulitan itu akhirnya buyar ketika ia bersanding dengan Marcus Fernaldi Gideon sebagai pasangan di lapangan.

Setelah menjalani proses bertahap, Kevin/Marcus meledak di 2017. Pasangan berjuluk Minions ini benar-benar mendominasi BWF Tour.

Setiap kali kontingen Indonesia berangkat ke BWF Tour, nama Kevin/Marcus adalah langganan tetap target juara. Dan target-target itu bisa dipenuhi oleh Kevin/Marcus dengan fantastis.

Tujuh gelar di 2017, delapan gelar di 2018, dan delapan gelar di 2019. Torehan tersebut jelas jadi gambaran fantastis betapa kuatnya cengkeraman dominasi Minions di ajang BWF Tour. Belum lagi gelar lain seperti emas Asian Games 2018.

Minions pun meluncur mulus tanpa tandingan duduk di singgasana nomor satu dunia. Mereka tak tergoyahkan oleh ganda-ganda lain, bahkan untuk sekadar mendekati pun sulit di era 2017-2019.

Kehebatan Kevin/Marcus bukan hanya soal berdiri di podium kemenangan, melainkan juga gelombang baru penggemar badminton yang bisa dihadirkan.

Ketika Indonesia dilanda kekhawatiran tentang krisis idola baru seiring makin berumurnya pemain-pemain seperti Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, dan Greysia Polii selepas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Kevin/Marcus lalu muncul sebagai ikon baru.

Kevin/Marcus bahkan bisa menghadirkan gelombang dahsyat munculnya penggemar-penggemar baru di kalangan badminton. Kevin/Marcus punya modal kuat untuk jadi idola.




Kevin/Marcus mulai melejit namanya dan dikenal banyak orang pada 2017. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)

Prestasi tinggi, karakter hebat, serta pola main cepat yang membuat mata terbelalak dan mulut menganga adalah alasan-alasan Kevin/Marcus begitu dipuja. Melihat Kevin/Marcus bermain adalah melihat sosok ganda yang penuh gairah yang tak lelah memburu kemenangan.

Kevin/Marcus menunjukkan kegembiraan dalam bermain pada laga-laga yang mereka hadapi di pertandingan. Kenikmatan menonton Kevin/Marcus itulah yang membuat banyak orang merasa jatuh cinta atau kembali merasa jatuh cinta dan kemudian mengikuti perkembangan badminton.

Semakin nama Kevin/Marcus berkibar kuat sebagai pemenang, makin banyak penggemar-penggemar baru berdatangan. Popularitas badminton kembali melejit dan kekhawatiran Indonesia tak punya sosok andalan otomatis menguap tak berbekas.

Memang mengikuti perjalanan Kevin/Marcus tak melulu soal gembira. Ada kesedihan-kesedihan yang juga harus ditelan di dalamnya.

Salah satu kesedihan yang harus direguk Minions dan para pendukungnya adalah ketiadaan medali di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.

Hal tersebut cukup jadi kebingungan banyak orang karena mengingat Kevin/Marcus sering antiklimaks di Kejuaraan Dunia, dan satu kali di Olimpiade, di saat mereka justru bisa tampil lepas tanpa beban merebut kemenangan demi kemenangan di pertandingan-pertandingan lainnya.

Akhir Kisah yang Penuh Gelisah

Sejak Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di 2021 usai, sebenarnya masa depan Kevin/Marcus sebagai pasangan sudah banyak dibahas oleh orang-orang. Ada perbedaan usia empat tahun yang cukup signifikan bagi pasangan ini untuk bisa terus maju sebagai pasangan.

Ketika pada akhirnya mereka lanjut berpasangan, masalah besar mengadang seiring cedera Marcus yang membuat ia harus dua kali menjalani operasi. Kevin kehilangan pasangan dan PP PBSI tidak bisa bergerak cepat mengantisipasi keinginan pemain kelahiran 2 Agustus tersebut.

“Karena saya bermain badminton bukan untuk menjadi penggembira, melainkan saya ingin memiliki tujuan yang jelas.”

Itu penggalan kalimat dalam pesan perpisahan Kevin. Dalam kalimat-kalimat berikutnya, tergambar jelas bahwa api semangat dalam diri Kevin belum sepenuhnya padam saat Marcus mengalami cedera berat dan tak lagi bisa jadi pasangan.

Namun api semangat itu akhirnya benar-benar hilang seiring jawaban PBSI yang dianggap tidak sesuai harapan Kevin.

“Beberapa bulan saya menunggu akhirnya saya mendapatkan jawaban di pertengahan bulan Januari 2024. Namun jawaban yang di berikan tidak sesuai harapan saya dan saya tidak mendapatkan kesempatan untuk memiliki tujuan yang jelas.”

“Akhirnya saya di akhir bulan Februari memutuskan untuk berhenti dari dunia badminton.”




Kevin Sanjaya memutuskan pensiun, menyusul Marcus Gideon yang sudah menyatakan pensiun beberapa bulan sebelumnya. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Selamanya memang tak pernah ada. Semua tahu bahwa Kevin Sanjaya tidak akan berdiri seumur hidupnya di lapangan badminton.

Namun, melihat Kevin Sanjaya sudah mengucap pamit ketika usianya baru menginjak 28 tahun, jelas dalam diri ini ada perasaan sedih bercampur tidak rela.

Dan rasanya, bukan hanya segelintir orang saja yang merasakannya.

Terima kasih atas segala kenangan di lapangan, Kevin Sanjaya Sukamuljo!

[Gambas:Video CNN]

(har)

https://shop.kongcompany.com/blogs/news/coin-master-free-spins-updated-daily-bkve free instagram followers free trial zwtw free 100 dollar ebay gift card bqmx 1k free spins coin master exvf pre order the google pixel 8a from amazon or best buy ztwr how do i withdraw money from my paypal account osyz